PWM Jambi

Gerakan Islam, Dakwah Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Menjaga Amanah, Merawat Peradaban

By Admin on Jan 22, 2026

Menjaga Amanah, Merawat Peradaban

Oleh: Agus setiyono*)

Pemindahtanganan Aset Yayasan Tuah Sakato untuk Keberlanjutan Pendidikan Muhammadiyah di Batang Hari

Rabu, 21 Januari 2026, menjadi momentum penting dalam sejarah penguatan pendidikan Muhammadiyah di Provinsi Jambi. Pada hari itu, sebuah proses bermakna dimulai melalui penyerahan aset tanah dan bangunan dari Yayasan Tuah Sakato kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Batang Hari, sebagai bagian dari ikhtiar melanjutkan dan memperkuat amal usaha pendidikan yang berkelanjutan.

Kepercayaan yang terbangun antara Yayasan Tuah Sakato dan Persyarikatan Muhammadiyah bukanlah kepercayaan yang lahir dalam ruang hampa. Ia bertumbuh dari rekam jejak panjang Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan yang menempatkan pendidikan sebagai poros utama perjuangan. Atas dasar itulah, Yayasan Tuah Sakato memantapkan langkah menyerahkan pengelolaan lembaga pendidikan—mulai dari TK, SMP, hingga SMA—kepada Muhammadiyah melalui PDM Batang Hari.

Proses penyerahan tersebut berlangsung melalui mediasi Majelis Dikdasmen PNF PWM Jambi, serta disaksikan secara langsung oleh unsur Pemerintah Kabupaten Batang Hari dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jambi. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa pemindahtanganan aset tersebut berjalan dalam koridor hukum, kelembagaan, dan tanggung jawab publik.

Aset yang diserahkan berupa tanah seluas kurang lebih dua hektare, beserta sejumlah bangunan pendidikan yang berdiri di atasnya. Meskipun secara administratif masih menunggu penyempurnaan surat-menyurat, alur penyerahan telah jelas dan transparan, mencerminkan keseriusan semua pihak dalam menjaga amanah demi kepentingan pendidikan jangka panjang.

Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dari berbagai unsur. Dari pusat hadir Dr. Iwan Junaidi, Direktur KSPSTK Kemendikdasmen RI sekaligus Ketua Majelis Dikdasmen PNF PWM Jawa Tengah. Dari wilayah Jambi hadir Buya H. Suhaimi, Chan. HK., Ketua PWM Jambi beserta jajaran pimpinan, serta H. Ramlan, Ketua PDM Batang Hari bersama unsur pimpinan daerah.

Pemerintah Kabupaten Batang Hari turut menunjukkan dukungan nyata. Hadir mewakili Bupati Batang Hari, Muhammad Rifa’i, S.P., M.E., Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, serta Zulpadli, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batang Hari yang juga Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Batang Hari. Kehadiran pemerintah menjadi simbol sinergi antara negara dan masyarakat dalam membangun pendidikan yang berkeadaban.

Dalam sambutannya, Dr. Iwan Junaidi menegaskan bahwa gerakan Muhammadiyah bertumpu pada bidang perjuangan nyata, khususnya pendidikan dan pemeliharaan anak yatim. Muhammadiyah bukan sekadar komunitas simbolik keulamaan, melainkan gerakan amal yang menghadirkan nilai-nilai Islam dalam praktik kehidupan sosial.

Ia juga menekankan pentingnya penataan aset Persyarikatan secara legal dan produktif. Tanah wakaf Muhammadiyah harus segera disertifikasi, dan seluruh aset Persyarikatan perlu dimanfaatkan secara optimal untuk pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Aset bukan untuk didiamkan, melainkan untuk dihidupkan demi kemaslahatan umat.

Dalam bidang pendidikan, ia mendorong percepatan peningkatan kualitas SDM guru melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), baik bagi guru ASN maupun honorer yang telah terdata dalam Dapodik. Kepala sekolah, menurutnya, harus memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, dan growth mindset, karena sekolah yang inovatif hanya lahir dari SDM yang visioner dan adaptif.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PWM Jambi Buya H. Suhaimi, Chan. HK., menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Yayasan Tuah Sakato, Majelis Dikdasmen PNF PWM Jambi, serta PDM Batang Hari atas kepercayaan dan kerja kolaboratif yang telah terbangun. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah siap menjaga dan mengelola amanah ini secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kemajuan pendidikan.

Turut hadir pula Dr. Eko Kuntarto, Ketua Majelis Dikdasmen PNF PWM Jambi beserta jajaran, yang siap mengawal proses ini hingga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Batang Hari dan Provinsi Jambi secara luas.

Antusiasme dan komitmen Pemerintah Kabupaten Batang Hari menjadi penegas bahwa pendidikan adalah kerja bersama. Pemindahtanganan aset ini pada akhirnya bukan sekadar peralihan kepemilikan, melainkan peralihan tanggung jawab sejarah—dari satu yayasan kepada Persyarikatan, dari niat baik menuju amal jangka panjang, demi merawat peradaban melalui pendidikan.

← Back to Posts